POLHUKAM.ID - Berbagai hal yang tidak biasa dilakukan oleh pihak pondok pesantren Al Zaytun, salah satunya adalah pelaksanaan pemotongan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2023 lalu.
Dalam sebuah video yang beredar, Ketua Panitia Kurban Ponpes Al Zaytun mengungkapkan bahwa sapi kurban Al Zaytun ditembak sebelum disembelih.
Hal tersebut diungkapkan oleh Hafiz Al Bazra selaku Ketua Panitia Kurban Ponpes Al Zaytun.
Hafiz menjelaskan jika dalam kurban pihaknya menggunakan standing gun.
“Kita gunakan alat tembak untuk sapi, agar sapi pingsan da kemudian di sembelih terang Hafiz.
“Kali ini ada 12 sapi dan 40 domba yang akan kita potong,” jelas Hafiz.
Sedankan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut Pondok Pesantren Al-Zaytun duhulu namanya yayasan NII.
Menurut Mahfud, hal berdasarkan dokumen yang ditemukan dan sebelum bernama Al Zaytun naman yayasan Negara Islam Indonesia atau NII.
"Ada dokumen yayasannya, bahwa dulu yayasannya namanya adalah yayasan NII, tapi lalu berubah yayasan pendidikan Al Zaytun dan seterusnya," kata Mahfud di Jakarta, Rabu, 5 Juli 2023.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras