Iqbal juga menegaskan kelayakan JIS mestinya ditentukan oleh FIFA. Menurutnya, yang dilakukan pemerintah pusat terkait inspeksi JIS tidak etis dilakukan.
"Mengundang media lalu meninjau JIS dan menyebutkan kelemahan-kelemahannya adalah tidak etis, harusnya FIFA-lah yang menentukan layak atau tidak sebuah stadion digunakan," jelasnya.
Iqbal menegaskan, jika pemerintah ingin merenovasi, mestinya terlepas dari menfestivalisasi kelemahan sebuah karya orang lain. Dia menegaskan JIS dibangun menggunakan konsultan stadion berkelas dunia.
Dia mengeklaim JIS merupakan kebanggaan warga Jakarta dan karya yang lahir di bawah kepemimpinan Anies Baswedan selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Iqbal bahkan menyebut, belum ada Gubernur yang mampu membangun stadiun sebagus JIS.
"Bila memang tidak suka atau tidak mau menggunakan, kompetisi bisa dilakukan di stadion lain, namun jangan menyudutkan dan membawa JIS ke masalah personal yang bernuansa politis, beberapa event sudah berlangsung di JIS dan berjalan dengan lancar," katanya.
"Alangkah eloknya bila pemerintah saat ini tanpa banyak polemik memperkuat JIS dengan dukungan fasilitas lainnya, bukan malah membuat opini yang bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat," tandasnya.
Sumber: kontenjatim
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali