Secara jelas, Ibu Mawar mengaku merupakan anggota aktif NII. Bahkan Ibu Mawar mengatakan jika suaminya adalah pengurus NII di satu tempat di Indonesia.
Dari sana Ibu Mawar buka-bukaan, sudah tidak nyaman berada dalam naungan NII.
Satu di antara ketidaknyamanan adalah adanya paksaan anggota NII harus menyetorkan uang pada Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang.
"Ada hal membuat tidak nyaman. Misal, per anggota ditargetkan memberikan sejumlah uang. Mirip iuran-iuran, yang dipaksakan," ungkap Ibu Mawar.
Dijelaskannya, jika dana tersebut akan disalurkan untuk proses pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin di Komplek Pondok Pesantren Al Zaytun.
Dana yang sudah terkumpul dikelola Program JAMMAS (Jahe Membangun Masjid). "Semua yayasan (diduga Al Zaytun) yang bernaung dibawah NII, anggotanya mengikrarkan program JAMMAS, untuk kesanggupan memberikan dana sebagai donatur," ungkap Ibu Mawar.
Dia harus menyerahkan sumbangan ke Ponpes Al Zaytun lantaran bersifat wajib. Dia semakin tidak nyaman lataran tiap bulannya, setoran bulanan dinaikkan.
Hal tersebutlah diakuinya menjadi satu di antara mundurnya dari NII. "Di wilayah yang suami, saya urus," kata dia.
Dana yang sudah terkumpul lalu dikelola bersama semua anggota yang ada di bawahnya itu (NII). Untuk pastinya diatas Rp3 miliar," tutur anggota NII yang enggan minta dirahasikan.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam