Secara jelas, Ibu Mawar mengaku merupakan anggota aktif NII. Bahkan Ibu Mawar mengatakan jika suaminya adalah pengurus NII di satu tempat di Indonesia.
Dari sana Ibu Mawar buka-bukaan, sudah tidak nyaman berada dalam naungan NII.
Satu di antara ketidaknyamanan adalah adanya paksaan anggota NII harus menyetorkan uang pada Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang.
"Ada hal membuat tidak nyaman. Misal, per anggota ditargetkan memberikan sejumlah uang. Mirip iuran-iuran, yang dipaksakan," ungkap Ibu Mawar.
Dijelaskannya, jika dana tersebut akan disalurkan untuk proses pembangunan Masjid Rahmatan Lil Alamin di Komplek Pondok Pesantren Al Zaytun.
Dana yang sudah terkumpul dikelola Program JAMMAS (Jahe Membangun Masjid). "Semua yayasan (diduga Al Zaytun) yang bernaung dibawah NII, anggotanya mengikrarkan program JAMMAS, untuk kesanggupan memberikan dana sebagai donatur," ungkap Ibu Mawar.
Dia harus menyerahkan sumbangan ke Ponpes Al Zaytun lantaran bersifat wajib. Dia semakin tidak nyaman lataran tiap bulannya, setoran bulanan dinaikkan.
Hal tersebutlah diakuinya menjadi satu di antara mundurnya dari NII. "Di wilayah yang suami, saya urus," kata dia.
Dana yang sudah terkumpul lalu dikelola bersama semua anggota yang ada di bawahnya itu (NII). Untuk pastinya diatas Rp3 miliar," tutur anggota NII yang enggan minta dirahasikan.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Viral! Alas Seprei Bunga di Video KKN Lombok Timur 13 Menit, Ini Fakta yang Terungkap
BPJPH Buka Suara: Daging Babi & Alkohol Boleh Dijual, Asal Patuhi Aturan Ini!
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi di Surabaya: Harga Mulai Rp 303 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya!
Noel Bongkar Modus Jebak Pejabat: Purbaya Tinggal Sejengkal Lagi Masuk KPK!