“Meminta kepada Pemerintah RI, Menteri Luar Negeri sebagai negara yang berdaulat agar pro aktif menjaga warga negaranya, tak terkecuali UAS sebagai ulama dan aset bangsa,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui UAS baru-baru ini dicekal masuk Singapura saat dirinya memboyong keluarganya untuk berlibur ke negara itu. UAS dilarang menginjakan kakinya di negara tersebut lantaran dianggap penceramah yang menyebarkan radikalisme dan tukang pecah belah masyarakat.
Otoritas Singapura juga menyoal sejumlah materi ceramah UAS yang dianggap berbahaya seperti ceramah soal bom bunuh diri Afganistan serta ceramah yang menyebut salib adalah tempat jin bersemayam. Penolakan terhadap UAS itu memicu kemarahan loyalis UAS.
Mundur beberapa tahun ke belakang UAS sebelumnya juga sempat di tolak masuk di beberapa negara dengan alasan yang sama, UAS sempat ditolak masuk ke Tiongkok, Timor Leste serta beberapa negara lain.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras