Disampaikan Erza, pihak kampus beralasan, Itera sebagai kampus negeri masih membutuhkan kerjasama dengan pemerintah. Dikhawatirkan diskusi ini semakin membuat situasi tidak kondusif.
Bahkan, lanjutnya, pihak kampus sampai menerbitkan surat edaran tentang penetralisasian kampus tentang politik 2024, karena Itera merupakan kampus teknologi.
"Sebagai mahasiswa kami ingin mengedepankan kebebasan, ingin belajar kritis, sehingga pelarangan ini sangat kami sayangkan," kata dia.
Rencananya, kata Erza, diskusi itu akan digelar di hari yang sama dengan Unila, yakni Kamis (14/9).
"Kami juga berusaha cari tempat seperti Unila, atau kami akan bergabung karena dari birokrat dilarang membawa nama BEM Itera," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan Polisi! Apa Isi Kontroversi Video Ceramah JK yang Bikin Heboh?
Forklift 2024: Solusi Cerdas Atasi Tantangan Logistik & Tingkatkan Efisiensi 300%?
Hubungan Kanada-AS Retak: Mengapa Sekutu Terdekat Kini Jadi Ancaman Terbesar?
Jokowi Buka Suara Soal Restorative Justice: Kenapa Roy Suryo & Dokter Tifa Cuma Dibalas Senyum?