Ganjar juga menolak jika tayangan tersebut sebagai upaya pencitraan dirinya sebagai figur yang religius. Sebab dia hanya ingin menunjukkan kegiatannya sehari-hari.
"Saya suka menunjukan diri saya sendiri, saya menunjukan saya suka lari, saya suka apa, saya komunikasi dengan masyarakat. Saya menunjukan sikap-sikap yang lebih jelas. Sekali lagi, saya tidak ada dalam sejarah politik menggunakan politik identitas. Boleh dicek," tandasnya.
Ganjar menambahkan, dirinya sudah mengingatkan pada tim kreatif sebelum tayangan tersebut dilihat publik. Mereka diminta hati-hati dalam menayangkan program tersebut saat masa kampanye.
Namun Ganjar menyadari, stasiun televisi swasta tersebut mempunyai berbagai kepentingan saat mengajaknya jadi model pada tayangan adzan.
"Dan pada saat itu, saya hanya mengingatkan, kalau ini masuk wilayah kampanye, tolong dipertimbangkan. Kecuali bukan wilayah kampanye, silakan Anda pakai. Dan itu akan terjadi," imbuhnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan