POLHUKAM.ID - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menduga ada oknum yang sengaja menjelekkan pemerintah dengan isu beras plastik dan beracun. Apalagi saat ini pemerintah tengah menyalurkan bantuan pangan beras ke 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Beras bansos yang disalurkan itu diketahui dominan dari hasil impor. Tahun ini Perum Bulog telah merealisasikan impor beras sebanyak 1,7 juta ton.
Awalnya Buwas bercerita bahwa China memang sudah siap mengekspor beras ke Indonesia. Namun, belum juga beras itu direalisasikan, sudah ada isu miring terkait beras plastik dan beracun dari China.
"Beras dari China itu belum saya datangkan. Mana mungkin ada berita yang mengatakan beras China beracun. Ada lagi beras plastik dari China. Beras sama plastik itu mahal plastik. Jadi tidak masuk akal. Ini upaya-upaya kelompok-kelompok tertentu yang mau mendiskreditkan pemerintah melalui pangan," ujar pria yang biasa disapa Buwas itu.
Menurut Buwas oknum yang sengaja memberikan berita tidak benar atau hoaks itu harus dihukum, bukan hanya minta maaf kepada publik. Dia mengatakan telah meminta kepada Satgas Pangan agar ada tindakan yang jera untuk oknum penyebar informasi tidak benar terkait beras Bulog.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Bocor: Koneksi Rahasia Hary Tanoe, Trump, dan Indonesian CIA Terungkap
Waspada! 10 Surat Tanah Ini Tak Berlaku Lagi Mulai 2026, Segera Urus SHM!
Bare Metal Server Terbaik 2024: Mana yang Paling Efisien untuk SaaS dan Startup?
Misteri Ayah Kandung Ressa Rossano Terkuak? Netizen Heboh Lihat Kemiripan Mengejutkan Ini!