"Bilamana ada berita gitu tolong diklarifikasi juga dengan Bulog. Jadi ini pelanggaran hukum kejahatan. Saya sudah sampaikan dengan satgas pangan dan kepolisian, seperti ini jangan hanya minta maaf. Minta maaf selesai, tidak, harus ada tindak lanjut secara hukum jangan hal ini dibiarkan," tegasnya.
Sebagai informasi, belakangan ramai isu beras plastik dan beracun. Seperti warga Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang dihebohkan dengan kabar beredarnya beras berbahan plastik atau beras sintetis. Beras itu disebut ditemukan seorang pedagang nasi goreng.
Adalah Desi yang sehari-hari berjualan nasi goreng di kawasan Campago Ipuh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, yang menemukan beras itu. Setelah mengonsumsi beras, Desi disebut mengalami pusing dan mual serta tenggorokan panas.
Lurah Campago Ipuh, Wisnaldi membenarkan Desi sebagai warganya. Ia mengaku langsung datang ke rumah Desi saat mendengar kabar tersebut.
"Kepada kami beliau bercerita bahwa mengalami mual dan panas tenggorokan setelah mengkonsumsi beras," kata Wisnaldi saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (10/10/2023).
Sumber: detik
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!