"Itu patroli untuk hari Kamtibmas aja. Karena situasinya menjelang pemilu, kami memastikan semua hal aman. Bukan hanya di PDIP semua kita patroli, dokumentasi kita ada semua," paparnya. Iwan menegaskan bahwa posisinya sebagai kepolisian adalah netral.
"Kami tidak ada interest khusus, kami tegaskan bahwa polri netral. Kalau mengatakan intimidasi, apakah ada perbuatan anggota kami yang berkomunikasikan. Kami hanya memastikan semuanya aman selesai.
Kami tidak pernah melakukan kegiatan diluar kegiatan kami," tegasnya. Iwan kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada Rudy jika kedatangannya di kantor DPC tidak berkenaan.
"Jika secara subjektif beliau mengatakan demikian kami mohon maaf. Tidak ada sedikit pun maksud kami untuk melakukan hal seperti yang beliau sampaikan.
Patroli sudah menjadi tugas pokok kami dan patroli bukan hanya dpc pdip lainnya kami patroli semua. Semuanya kami dokumentasikan. Saya selaku kapolresta mohon maaf jika beliau tidak berkenan," pungkasnya
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!