Bukan hanya bilateral, bahkan ada satu negara yaitu Thailand, dia bahkan beberapa tentara atau warganya ikut perang melawan Palestina," jelasnya.
Saat ini, lanjut Cep Lutfi, di Tasikmalaya ada suatu usaha walaupun tak ada produknya, tetapi ada satu investor besar dari Thailand. "Ternyata ada keterkaitan dengan Tasikmalaya, apa itu?, ternyata di Tasikmalaya ada satu usaha walaupun tidak ada produknya, kami tahu ada satu investor besar dari Thailand masuk di Tasikmalaya.
Itu komitmen kami, siapapun itu selama mereka membela Israel, kami tetap akan terus aksi menyuarakan kemerdekaan Palestina," sambungnya.
Usai orasi di Jalan Gubernur Sewaka Kota Tasikmalaya, massa aksi kemudian melakukan longmarch ke pusat Kota Tasikmalaya untuk mendatangi gerai makanan yang terafiliasi dengan Israel.
"Setelah ini kita akan ke jalur Rancabango, karena di sana ada KFC, Starbucks, Burger King dan lainnya, mereka teridentifikasi terafiliasi dengan Zionis Israel," ujar Cep Lutfi.
Disinggung soal penutupan gerai makanan yang terafiliasi dengan Israel, Cep Lutfi, menyebut pihaknya tak mengurusi soal itu.
Namun, pihaknya fokus terhadap pemboikotan produk yang pro terhadap Israel. "Kalau ke ranah situ (penutupan), mungkin ada hal teknis.
Karena, itu berkaitan dengan pelanggaran dan kebirokrasian. Tapi kami menuntut, siapapun itu, boikot," tutupnya
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M