"Perkiraan konservatif kami menunjukkan Indonesia membutuhkan setidaknya 25 persen dari PDB nominal negara untuk membiayai komitmen negara terhadap pengurangan emisi karbon pada tahun 2030," ujarnya.
Selanjutnya, Airlangga menyebut, berdasarkan data dari Institute of Food Technologists (IFT), kurang dari 2 persen dari total obligasi sudah diklasifikasikan sebagai obligasi hijau atau obligasi berwawasan lingkungan.
"Berdasarkan kemajuan ekonomi terkini oleh IFT, kurang dari 2 persen dari total obligasi yang beredar pada tahun 2021 dapat diklasifikasikan sebagai hijau obligasi," jelasnya.
"Demikian pula, kita perlu memajukan kapasitas pusat data untuk mendukung ekonomi digital sehingga hal ini membutuhkan investasi yang signifikan," tutupnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
5 Fitur Canggih Mitsubishi Xforce yang Bikin Aktivitas Harian Makin Praktis dan Aman
Remaja 18 Tahun Tikam Kakak Kandung hingga Tewas: Penyesalan di Balik Aksi Brutal yang Viral
Ahmad Dhani Bantah KDRT ke Maia Estianty: Fakta Hukum vs Drama Lama yang Kembali Viral!
Kritik Pedas DPR ke Menteri PPPA: Usulan Pindahkan Gerbong Perempuan Dinilai Gagal Sentuh Akar Masalah Keselamatan KA