polhukam.id - Seakan belum cukup viral dengan kata ‘Gemoy’, baru saja Prabowo melontarkan kata ‘Ndasmu Etik’ saat Rakornas Partai Gerindra 5 hari yang lalu.
Prabowo sebagai Capres No.Urut 2 Indonesia, dengan membawa banyak pro dan kontra diantara masyarakat karena kata ‘Gemoy’ dan ‘Ndasmu Etik’.
Terkhusus masyarakat Banyumas yang tersinggung dengan kata tersebut, dan menurut mereka Prabowo dinilai kurang tepat dalam penggunaan kata ‘Ndas’ tersebut.
Diawali dengan pertanyaan yang diajukan oleh Anies Baswedan sebagai Capres No.Urut 1. Yang menanyakan bagaimana perasaan Prabowo.
Yaitu saat mendengar bahwa ada pelanggaran etika di dalam putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang ditanyakan oleh Anies pada Debat Capres 2024 kemarin.
Yang dijawab oleh Prabowo bahwa putusan MK tersebut sudah final, dan sebelumnya tim hukum Prabowo juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Ternyata tidak berakhir disitu saja, Prabowo kembali mengungkit hal tersebut di Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) pada 15 Desember kemarin.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras