yang mencakup sektor keuangan syariah, makanan dan minuman halal, kosmetik halal, farmasi halal, perjalanan ramah untuk Muslim, serta media dan rekreasi bertema Islami.
Dalam laporan ini, Indonesia mempertahankan posisinya di The Global Islamic Economy Indicator pada 2022.
Negara ini menduduki peringkat keempat dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan sehat, di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab.
Pencapaian luar biasa juga terlihat dalam kategori makanan halal, di mana Indonesia naik dari peringkat keempat menjadi peringkat kedua di dunia.
Pertanyaan Gibran menyoroti pentingnya langkah strategis yang harus diambil oleh pemimpin dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi global, terutama dalam konteks ekonomi Islam.
Sementara Cak Imin mungkin belum familiar dengan SGIE, isu ini membuka pintu untuk diskusi lebih lanjut tentang langkah konkret yang akan diambil untuk meningkatkan peringkat Indonesia dalam ranah ekonomi Islam.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nolmeter.com
Artikel Terkait
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?