Namun,ketika koordinator lapangan massa mahasiswa bernegosiasi dengan para petugas, kerumunan massa yang berada di belakang langsung berlari menuju lokasi etnis Rohingya.
Bahkan para mahasiswa juga melakukan tindakan kekerasan,menyeret paksa mereka keluar dan melempari mereka dengan botol plastik air mineral yang mengenai para wanita dan juga anak-anak.
Dikelilingi oleh para massa mahasiswa,etnis Rohingya hanya bisa tertunduk terdiam,menangis ketakutan dan bahkan memohon pengampunan.
Para petugas Polisi dan petugas Satpol PP juga tidak dapat menghentikan kerumunan massa yang berjumlah sekitar 500 orang tersebut.
Setelah sekitar 30 menit berada di ruang bawah tanah (basement), para mahasiswa berhasil mengeluarkan etnis Rohingya dari dalam basement dan menaiki truk yang telah disiapkan.
Para pengungsi etnis Rohingya yang terdiri dari anak-anak, laki-laki dan perempuan,kemudian diantar ke kantor Kementerian Hukum dan HAM Aceh yang berjarak hanya 1 km dari BMA.
Aksi brutal yang dilakukan oleh mahasiswa ini berasal dari mahasiswa Kampus Al Washliyah, Universitas Abulyatama Bina Bangsa Getsempena.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nolmeter.com
Artikel Terkait
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras
Prabowo Gebrak Meja: Kabais TNI Diganti, 4 Anggotanya Tersangka Kasus Terorisme ke Aktivis