SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Peduli Hukum Indonesia (LPHI) DKI Jakarta, Machfud Fauzi berharap para pengelola dan pemimpin negara untuk lebih memperhatikan kondisi masyarakat agar tidak semakin terpolarisasi jelang Pemilu 2024.
Hal ini diungkapkan Dedy (panggilannya) melihat kondisi psikologis kemasyarakatan menjelang Pemilu 2024 ini dimana semakin mendekati hari H pencoblosan, suasana kebatinan antarmasyarakat, kian memanas.
Dia melihat saat ini masyarakat terlibat saling serang untuk meyakinkan jago masing-masing, juga saling curiga mencurigai yang semakin meningkat intensitasnya.
Baca Juga: LPHI Meminta Perlindungan Hukum ke MA Terkait Adanya Dugaan Indikasi Suap di Kasasi Perkara Savitri
Ironisnya, lanjut dia, hal ini terjadi bukan hanya di kalangan elit politik atau peserta pemilu dan timsesnya saja, tetapi sudah sampai ke grass root.
“Polarisasi ini tidak boleh dibiarkan. Harus segera disatukan dan direkatkan kembali,“ tegasnya di Jakarta, Selasa, 2 Januari 2024.
Salah satu faktor penyebab ketidakharmonisan masyarakat ini, menurut Dedy, adalah kian seringnya bergaung isu ketidaknetralan pemerintah dan institusi penyelenggara negara.
Sebagian peserta pemilu dan juga masyarakat umum, kata dia, merasa adanya ketidakadilan. Pemerintah melalui aparaturnya dicurigai berlaku tidak netral.
Artikel Terkait
Hasil Pemeriksaan Bonatua Silalahi Terungkap: 27 Pertanyaan Kunci Soal Ijazah Jokowi yang Bikin Heboh
Jokowi Diperiksa Lagi Soal Ijazah Palsu: Ini Daftar 8 Tersangka & Fakta Terbaru yang Mengejutkan
Refly Harun Ditegur Keras Hakim MK Saldi Isra: Taktik atau Kelalaian dalam Sidang Roy Suryo?
Gugatan Praperadilan Richard Lee Ditolak: Apa Dampaknya Bagi Kasus Kecantikan yang Menggemparkan?