Pasalnya, orang kurang piknik tak bisa memahami makna dan hakiki perbedaan, tidak toleransi terhadap keragaman, hingga perbedaan yang merupakan sunatullah
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Ahmad Nurwakhid mengatakan bahwa hal tersebut harus dipahami bersama.
“Relevan dengan hal ini pendekatan seni dan budaya menjadi penting karena dengan seni dan budaya akan bangkit spiritualitas di dalam kehidupan beragamanya,” ujarnya, dilansir dari Antara, Rabu (1/6).
Ahmad memaparkan radikal terorisme adalah cermin krisis spiritualitas dalam beragama dan berbangsa.
Mereka lebih menonjolkan ritualitas dan simbol-simbol formal keagamaan tetapi lemah di bidang budi pekerti, lemah di bidang akhlak, dan lemah di bidang spiritualitas.
"Spiritualitas bisa bangkit kalau hati lembut, kalau hati penuh kasih sayang, penuh toleransi," ucapnya.
Lebih lanjut, Ahmad menegaskan bahwa radikalisme dan terorisme tidak ada kaitannya dengan agama apa pun.
Artikel Terkait
Gus Yaqut vs KPK: Tawaran USD 1 Juta ke Pansus Haji DPR dan Skandal Kuota Rp 622 Miliar Terungkap!
Harga Pertalite Naik Usai Lebaran 2026? Ini Kata Pemerintah dan Faktanya!
Fujairah Creative City Free Zone 2024: Bisa Daftar dari Luar Negeri, Modal Mulai 5.500 AED?
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara! Ini Kronologi Lengkap Kasus Narkoba di Rutan Salemba