Sebab, tak ada satu pun agama yang membenarkan tindakan radikal dan teror.
Akan tetapi, kata dia, radikalisme terkait dengan cara beragama dan pemahaman keagamaan yang salah dan menyimpang dari oknum umat beragama.
Biasanya, hal itu didominasi oleh umat beragama yang menjadi mayoritas di suatu wilayah atau suatu negara.
Ahmad menuturkan bahwa kebetulan di Indonesia mayoritasnya adalah Muslim, sehingga banyak teroris yang ditangkap dan diproses hukum memiliki KTP Muslim.
"Saya tidak berani mengatakan agama Islam, karena Islam yang saya pahami yang saya yakini sangat mulia, sangat tinggi," katanya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Gus Yaqut vs KPK: Tawaran USD 1 Juta ke Pansus Haji DPR dan Skandal Kuota Rp 622 Miliar Terungkap!
Harga Pertalite Naik Usai Lebaran 2026? Ini Kata Pemerintah dan Faktanya!
Fujairah Creative City Free Zone 2024: Bisa Daftar dari Luar Negeri, Modal Mulai 5.500 AED?
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara! Ini Kronologi Lengkap Kasus Narkoba di Rutan Salemba