Cakupannya bahkan sampai Sumatra, Kalimantan hingga Sulawesi. ‘’Produk Parutan Ngale sudah punya pangsa pasar sendiri,’’ tambahnya.
Baca Juga: Kampung Kerbau Bulakpepe, Ada 700 Ekor Kerbau, Jadikan Ngawi Mirip Belantara Afrika
Teguh pun sempat khawatir usaha produksi parutan tersebut berakhir lantaran kendala sulitnya mendapatkan bahan baku.
Kades yang juga musisi itu sampai memberikan pelatihan membuat tas anyaman plastik sebagai antisipasi menurunya minat masyarakat terhadap parutan kayu.
Berbekal keuletan warga, kendala tersebut akhirnya teratasi dengan mendatangkan bahan parutan dari Wonogiri dan daerah lainnya.
‘’Harapan kami usaha parutan rumahan ini tetap laku, semakin berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,’’ tegasnya. (odi)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarlawu.jawapos.com
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!