Cakupannya bahkan sampai Sumatra, Kalimantan hingga Sulawesi. ‘’Produk Parutan Ngale sudah punya pangsa pasar sendiri,’’ tambahnya.
Baca Juga: Kampung Kerbau Bulakpepe, Ada 700 Ekor Kerbau, Jadikan Ngawi Mirip Belantara Afrika
Teguh pun sempat khawatir usaha produksi parutan tersebut berakhir lantaran kendala sulitnya mendapatkan bahan baku.
Kades yang juga musisi itu sampai memberikan pelatihan membuat tas anyaman plastik sebagai antisipasi menurunya minat masyarakat terhadap parutan kayu.
Berbekal keuletan warga, kendala tersebut akhirnya teratasi dengan mendatangkan bahan parutan dari Wonogiri dan daerah lainnya.
‘’Harapan kami usaha parutan rumahan ini tetap laku, semakin berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,’’ tegasnya. (odi)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarlawu.jawapos.com
Artikel Terkait
8 Jenis Pizza Italia Autentik yang Bikin Lidah Bergoyang: Dari Margherita hingga Siciliana!
Kritik Pedas Kuasa Hukum untuk DPR di Kasus Hogi Minaya: Siapa yang Salah?
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Target 30 Operasi Per Tahun: Apa Saja Senjatanya?
Refly Harun Bongkar Motif Tersangka Roy Suryo: Kriminalisasi Kritik atau Pembelaan Jokowi?