BanyuwangiNetwork.com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran, Nusron Wahid menanggapi isu dicabutnya izin ‘Desak Anies’ di Museum Diponegoro, Yogyakarta yang merupakan aset miliki Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Menurut Nusron, pihak AMIN seharusnya melakukan evaluasi internnal dalam penentuan tempat kampanye.
Hal ini dikarenakan menurut Nusron bukan yang pertama kali terjadi kasus serupa soal izin tempat yang dicabut.
Baca Juga: Netizen Ramai Komentari Prabowo yang Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Megawati
“Harusnya sih evaluasi ya bukan malah menyalahkan TNI dan memposisikan diri sebagai korban. Karena kasus Diponegoro ini bukan yang pertama. Ada kejadian lain dimana mereka juga mau menggunakan fasilitas negara,” kata Nusron kepada wartawan.
Nusron menduga justru ada pihak lain yang mungkin melakukan unsur kesengajaan dengan yang dilakukan pihak penyelenggaraan AMIN.
“Mungkin juga ini by design ya, sengaja menjebak. Sekarang terungkap bahwa mereka menggunakan nama pihak ketiga sehingga pengelola tidak tahu museum akan digunakan kampanye. Setelah ketahuan, izinnya dicabut justru malah bersikap dizalimi TNI, bersikap menjadi korban. Strategi ini kurang etis, lanjutnya.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras