"Selamat untuk Pak Gubernur Anies Baswedan dan penyelenggara balapan Formula E. Kami memang di masa awal sempat ragu event besar ini bisa terselengara karena waktunya mepet dan begitu besar hambatan yang lain. Namun, ternyata bisa sukses dan saya makin heran ketika di Formula E ini ternyata bisa diselenggarakan tanpa iklan bir dan selebrasi minum sampanye di podium juara. Keren benar ini," kata Abdul Kholik dalam wawancara di Jakarta (5/6).
Menurut Kholik, tidak adanya iklan bir dan minum sampanye itu menandakan Anies punya tim lobi yang baik. Mereka bisa menyakinkan induk penyelenggara formula E agar memahami nilai-nilai budaya lokal dan menghormati keyakinan di tempat penyelenggaraan.
"Tampaknya lobi ini berhasil. Iklan bir dan minum sampanye yang sempat diributkan publik sebelum balapan digelar, ternyata terbukti tak ada. Ini jelas lobi yang canggih."
Selain itu, lanjut Kholik melalui ajang balap itu juga ternyata telah menjadi ajang silaturahmi tokoh dan elite politik nasional. Kesan ini sangat baik bagi masyarakat karena sampai kini sangat jelas tampak bahwa telah terjadi pembelahan yang akut. Isu dari perpecahan bangsa akibat persaingan politik bisa sedikit teredam.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!