"Kami haru melihat Presiden Jokowi, Ketua MPR Bambang Susatyo, Ketua DPR Puan Maharani, para menteri seperti Sandiaga Uno hadir di sana. Tampilnya mereka di formula E sangat melegakan. Mudahan-mudahan elite politik bisa meniru ajang ini bahwa sekeras apa pun persaingan mereka tetap bisa bertemu dan bercakap dengan baik. Bukan membawa kepada persoalan yang personal atau demi kepentingannya sendiri," ujarnya lagi.
Meski begitu, kata dia, untuk ke depan penyelenggaraan formula E harus terus dibenahi dan ditingkatkan. Hal ini misanya menjadikan ajang ini sebagai wahana untuk menampilkan kesenian daerah yang lain agar sifatnya tak Jakarta sentris. Misalnya, kesenian Jawa Tengah yang menjadi maskot sirkuit ini, yakni kuda lumping, ditampilkan.
"Nantinya kami harap Formula E bisa menjadi ajang Indonesia. Namun, mengapa hal ini sekarang belum tampak, saya kira juga ada kaitannya dengan tidak adanya atau absennya BUMN memberikan sponsor. Maka, semua pembiayaan harus ditanggung DKI sendirian sehingga kami paham nasibnya seperti anak tiri dengan anak kandung bila dibandingkan dengan penyelenggaraan balapan Mandalika yang penuh guyuran sponsor BUMN. Di masa depan hal seperti ini jangan lagi diulangi," kata Abdul Kholik.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya