Diki, salah seorang warga mengatakan banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
"Tadi air memang juga sudah besar, tapi belum meluap. Tapi ternyata malah tambah besar hingga menyebabkan galodo secara tiba-tiba," jelasnya.
Akibat banjir bandang merendam sebagian rumah dan bangunan warga dan tampak juga aliran air yang tumpah ke jalan utama sehingga membuat arus lalu lintas terputus.
Situasi ini menyebabkan kerugian besar bagi penduduk setempat, dengan sebagian besar rumah tergenang air dan terancam kerusakan.
Tidak hanya itu, terlihat di jalanan yang dipenuhi oleh lumpur. Kendaraan terjebak di tengah genangan air, dan akses transportasi menjadi terhambat.
Selain itu, warga yang terkena dampak langsung terlihat sibuk membersihkan rumah mereka dari lumpur yang masuk. Mereka berusaha keras untuk memulihkan keadaan meskipun dalam situasi yang sulit.
Di tengah kejadian banjir bandang, warga juga terlihat aktif mendokumentasikan kejadian tersebut. Mulai dari merekam video hingga mengambil foto, mereka berbagi pengalaman dan situasi yang mereka alami melalui media sosial.
Hal ini tidak hanya sebagai upaya untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi yang mereka hadapi.
Hingga berita ini diturunkan, tim TribunPadang.com masih berada di lokasi untuk mengetahui total dan korban jiwa yang terdampak
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali