Alhasil, penumpukan kendaraan pemudik hingga kemacetan parah sekira 20 kilometer tak terhindarkan. Lantas para pemudik baik yang menggunakan kendaraan pribadi dan umum terpaksa menginap berhari-hari pada ruas tol tersebut akibat kactean parah yang dialami.
Saat itu maut pun tiba-tiba dengan sejumlah pemudik baik dari penumpang ataupun pengemudi satu per satu berjatuhan hingga meninggal dunia berbagai macam penyebab baik kelelahan, serangan jantung, hingga keracunan karbon dioksida.
Tak hanya itu, sejumlah kendaraan pun terpaksa mogok akibat kehabisan bensin saat kemacetan parah yang tak terurai.
Momen kala itu, juga didapati dengan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan makanan dadakan yang semakin memperaparah kondisi kepadatan manusia berbaur dengan kendaraan.
Hingga saat ini, peristiwa Tol Brexit masih menjadi tragedi maut yang diingat saat momen mudik Lebaran tiba.
Bahkan, Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengungkap insiden Tol Brexit pada momen mudik Lebaran tak boleh terulang kembali. "Pengalaman Brexit 2016 itu tidak boleh lagi terjadi.
Semua kementerian dan lembaga sudah siap (mengantisipasi), tetapi masyarakat juga harus siap menghadapi situasi,” kata Moeldoko dilansir dari Antara pada Senin (8/4/2024
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!