"90 persen bahan produksi farmasi itu masih impor. Kemudian 52 persen alkes kita juga dominan masih impor, engga apa-apa alat yang tadi saya sampaikan mungkin belum," ujarnya.
"Tapi urusan misalnya hal yang kecil-kecil jarum, ranjang di rumah sakit, alat infus, selang jangan (impor). Harus kita berani produksi sendiri," tegasnya.
Sumber: disway
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras