Dia mengaku bingung dengan keberadaan KIB yang dinilai sebagai perkumpulan para elite.
"Kadang elite-elite itu ngumpul nggak pake akal, nggak pake konsep, cuma kaya orang ngumpul-ngumpul di pos ronda," ujar Fahri di kawasan Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6).
Dia menilai bahwa sikap KIB tidak konsisten. Sebab, dalam koalisi itu semua partai sepakat tak membicarakan sosok yang akan diusung untuk maju Pilpres 2024.
“Namun, ada satu partai yang mengatakan sudah mengusung ketua umumnya sebagai calon presiden dan sudah ditetapkan dalam kongres,” katanya.
Eks politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lantas mengkritik penggunaan kata koalisi yang dianggap tidak ada dalam sistem presidensial.
"Jadi saya kira elite kita semacam kurang memahami sistem kita ini, bahwa tidak ada yang namanya koalisi di dalam sistem presidensial," ucapnya.
Artikel Terkait
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras
Prabowo Gebrak Meja: Kabais TNI Diganti, 4 Anggotanya Tersangka Kasus Terorisme ke Aktivis