Pilpres mendatang juga tidak akan diikuti Erdogan karena sudah tidak bisa lagi mencalonkan lagi setelah dua periode dalam sistem baru.
Penangkapan tersebut menyusul penggeledahan di rumah Imamoğlu pada hari Selasa, yang dilakukan sehari setelah sebuah universitas membatalkan ijazahnya, yang pada dasarnya mendiskualifikasi tokoh oposisi populer tersebut untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden berikutnya.
Memiliki gelar universitas merupakan prasyarat untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum berdasarkan hukum Turki.
Universitas Istanbul membatalkan ijazah Imamoğlu, dengan alasan dugaan penyimpangan dalam pemindahannya tahun 1990 dari sebuah universitas swasta di Siprus utara ke fakultas administrasi bisnisnya.
Keputusan untuk membatalkan ijazah İmamoğlu diambil oleh dewan direktur Universitas İstanbul.
Putusan tersebut mencabut ijazah 38 orang, termasuk İmamoğlu, dengan alasan “ketidakabsahan” dan “kesalahan yang jelas” sebagai alasan pembatalan.
Hukum Turki mengharuskan kandidat presiden memiliki gelar pendidikan tinggi. Dengan demikian İmamoğlu tidak bisa mencalonkan diri sebagai Presiden.
Sementara kandidat kuat Capres dari parat penguasa AKP yang bakal menggantikan Erdogan adalah Hakan Fidan yang saat ini menjabat Menlu Turki.
Sumber: Guardian
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya