Pembekuan sementara terjadi pada sesi I, pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Sesi I IHSG ditutup melemah di angka 395,87 poin atau 6,12 persen ke posisi 6.076,08.
Belakangan, Sri Mulyani angkat suara terkait anjloknya IHSG ke angka 5%. Itu diungkapkan saat konferensi pers lelang Surat Utang Negara.
“Kalau ada perusahaan swasta yang bergerak cukup dalam hari ini, tentu itu spesifik mengenai perusahaan tersebut. Namun saya tegaskan bahwa pondasi dari perusahaan-perusahaan go public harus terus di-update ke market, sehingga market punya assessment terhadap valuasi yang fair dan baik, itu merupakan kewajiban kita bersama,” ujarnya.
Diketahui, posisi utang luar negeri Indonesia tembus US$427,5 miliar atau Rp6.997 triliun (asumsi kurs Rp16.370) per Januari 2025.
Utang luar negeri pemerintah US$204 miliar atau sekitar Rp3.352 triliun. Sementara itu, Utang luar negeri swasta US$194,4 miliar atau sekitar Rp3.181 triliun.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan, posisi ULN Indonesia pada Januari 2025 tercatat sebesar 427,5 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh 5,1 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan 3,3 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
“Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah,” jelas Ramdan.
Sumber: Fajar
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali