Sesederhana Meminta Menunjukkan Ijazah Asli Yang Ada di Rumahmu, Jokowi!
Oleh: Ali Syarief
Akademisi
Di tengah hiruk-pikuk politik Indonesia, ada satu pertanyaan sederhana yang terus menggema namun tak kunjung dijawab: Mengapa seorang presiden begitu sulit untuk menunjukkan ijazahnya?
Padahal, ini hanyalah perkara administrasi dasar yang seharusnya tidak lebih sulit daripada membuka lemari di rumah dan mengeluarkan selembar kertas.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Ketika isu ijazah palsu mencuat, bukannya menjawab dengan transparansi, Jokowi malah membiarkan narasi ini berkembang liar, menimbulkan spekulasi, dan bahkan berujung pada bentrokan sesama anak bangsa.
Persoalan yang semestinya selesai dalam hitungan menit, dengan menunjukkan bukti otentik, justru dijadikan drama panjang yang melelahkan.
Mengapa? Karena kejujuran, bagi seorang pendusta, adalah harga yang terlampau mahal.
Sejarah telah mengajarkan bahwa pemimpin besar selalu menghadapi berbagai tudingan.
Tetapi pemimpin sejati akan memilih jalan keterbukaan untuk menepis segala keraguan.
Sayangnya, yang kita saksikan saat ini justru sebaliknya: manuver hukum, intimidasi terhadap mereka yang bertanya, dan pengalihan isu seolah-olah mempertanyakan keabsahan ijazah adalah tindakan makar.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras