Rempang-Galang: Ketika Negara Lebih Sibuk Menggusur daripada Mengakui
Oleh: Mustaryatim
Ketua Umum HIMAD PURELANG, Eks Tenaga Logistik UNHCR Kamp Vietnam
Dari Kebun Nanas ke Kamp Vietnam: Kami Adalah Bagian dari Negeri Ini
Sejak tahun 1966, keluarga saya menggarap tanah di Rempang-Galang—jauh sebelum negara hadir di pulau ini.
Kami bukan pendatang liar, bukan perambah hutan.
Kami adalah warga yang menghidupi tanahnya sendiri, dengan keringat dan kesetiaan.
Tahun 1975, saat krisis pengungsi Vietnam melanda, negara memanggil, kami menjawab. Saya turut membantu sebagai tenaga logistik UNHCR di Kamp Galang.
Tanpa pamrih, kami membangun tenda, memasak, menjaga keamanan bersama TNI.
Namun kini, tanah yang kami rawat selama lebih dari 57 tahun hendak direbut kembali oleh negara.
Tak satu pun sertifikat diberikan, meski ratusan peta, surat, hingga gros akta kami ajukan sejak lama. Di mana letak kesalahan kami?
Rempang-Galang: Tanah Sejarah yang Kini Terpinggirkan
Dulunya bagian Kesultanan Riau-Lingga, Rempang-Galang sah menjadi bagian NKRI sejak 1945.
Wilayah ini baru masuk Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2002 lewat UU No. 25/2002.
Tahun 1960-an, PT Mantrust membuka perkebunan nanas.
Setelah bubar pada 1972, kami—para buruh lokal—melanjutkan garapan lahan secara turun-temurun. Kami tidak menyerobot, kami hanya bertahan hidup.
Dari Buruh ke Penjaga Kemanusiaan
Kami bukan hanya petani. Saat ribuan pengungsi Vietnam datang antara 1975–1996, warga Galang jadi tulang punggung kemanusiaan.
Tapi tak satu pun nama kami tercatat dalam buku sejarah negara.
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!