Remaja Perempuan Penghuni Panti Asuhan Milik Pendeta Bikin Gempar karena Melahirkan

- Selasa, 22 April 2025 | 17:20 WIB
Remaja Perempuan Penghuni Panti Asuhan Milik Pendeta Bikin Gempar karena Melahirkan


POLHUKAM.ID
- Seorang remaja perempuan di Batam berinisial S, penghuni panti asuhan yng diasuh seorang pendeta membuat gempar setelah melahirkan bayi laki-laki di RS Elisabeth Batam Kota.

Informasi yang beredar menyebutkan, remaja perempuan di Batam itu sudah diasuh di panti asuhan sejak ia berumur 6 tahun.

Hingga sejak tahun 2023, ia menempati rumah pribadi pendeta untuk membantu mengurus rumah. 

Kini, remaja perempuan di Batam itu mendapat perlindungan dan pendampingan hukum dari Shelter Theresia, lembaga kemanusiaan yang dikelola Romo Paschal.

"Kami menerima laporan pengaduan dari Shelter Theresia terkait kondisi remaja perempuan yang diduga menjadi korban asusila hingga melahirkan. Korban sudah dimintai keterangan,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin melalui Kanit PPA Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Fransisca Ferbrina Siburian saat ditemui di Mapolresta Barelang, Senin (21/4/2025).

Fransisca menjelaskan jika laporan awal menyebut korban melahirkan pada 16 Maret 2025. 

Namun berdasarkan penelusuran dan data rumah sakit, persalinan terjadi pada 23 Maret 2025.

Hasil pemeriksaan sementara, remaja perempuan di Batam itu mengaku jika bayi laki-laki yang ia lahirkan merupakan hasil hubungan dengan mantan pacarnya.

"Saat kami tanya, korban mengaku sering berhubungan badan dengan mantan pacarnya di rumah sang pendeta, saat pendeta sedang bepergian ke luar kota,” ungkap Fransisca.

Korban mengaku terbuai janji sang pacar yang menyatakan akan bertanggung jawab jika ia hamil. 

Namun, saat kehamilan diketahui, sang pacar justru kabur dan hingga kini belum ditemukan keberadaannya.

Polisi juga masih mendalami usia korban karena ditemukan perbedaan data.

Sebagian menyebut ia lahir pada 2006, sementara data lain menunjukkan tahun 2008.

Penelusuran terhadap dokumen resmi seperti Kartu Keluarga dan kesaksian keluarga tengah dilakukan untuk memastikan usia sebenarnya.

Dalam perkembangan lain, pihak panti asuhan disebut mencarikan calon suami untuk korban saat kehamilan mulai membesar.

Pada Februari 2025, korban akhirnya dinikahkan dengan seorang pria yang bukan ayah biologis dari anak tersebut.

"Pernikahan dilakukan dengan bantuan pendeta untuk mencarikan pasangan. Proses pemberkatan dilakukan oleh rekan pendeta, bukan pendeta pemilik panti,” jelas Fransisca.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami siapa saja yang terlibat dalam proses pernikahan tersebut.

Termasuk pendeta yang memberkati pernikahan korban yang masih anak di bawah umur.

"Kami masih dalami dan mencari tahu siapa pendeta yang menikahkan. Apakah pernikahan itu sah secara hukum, mengingat status usia korban yang masih dipertanyakan," ungkapnya. 

Tidak hanya itu, sang pacar yang disebut-sebut sebagai pelaku utama masih dalam pencarian.

Sumber: tribunnews

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Bodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Tayang: Jumat, 14 Februari 2025 17:55 WIB Tribun XBaca tanpa iklan Editor: Desy Selviany zoom-inBodyguard Arsin Disebut Hingga Rela Taruhan Potong Leher Apabila Bosnya Ditangkap Karena Pagar Laut Kompas.com/ Acep Nazmudin A-A+ KADES KOHOD ARSIN -- Kepala Desa Kohod, Arsin saat meninjau area laut yang memiliki SHGB dan SHM, di Desa Kohod, kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (24/1/2025) (foto kiri) dan (kanan) suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/1/2025). 400 warga Desa Kohod memburu Arsin yang kini tidak diketahui keberadaannya usai rumahnya digeledah Bareskrim. (Acep Nazmudin/ Kompas.com ) WARTAKOTALIVE.COM - Saking percaya diri dengan majikannya Kepala Desa Kohod, Arsin, seorang bodyguard atau Paspamdes disebut hingga sesumbar rela potong leher. Sesumbar seorang bodyguard Kepala Desa Kohod Arsin itu diceritakan oleh Henri Kusuma, penasihat hukum warga korban pagar laut seperti dimuat Tribunnews.com melalui BangkaPos Jumat (13/2/2025). Henri Kusuma mengungkapkan peringai Arsin bak Raja apabila berhadapan dengan rakyat jelata di Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejak menjabat pada 2021, Arsin dikenal sebagai sosok yang arogan dan tak segan memaksa warga untuk mengikuti perintahnya. Jika tidak diikuti, Arsin tak segan mengerahkan preman hingga tukang pukul. Di mata warga Kohod, Arsin seperti monster. Apapun yang dia bilang harus diikuti warga. Arogan, kata Henri Kusuma. Saking arogannya, Arsin sangat percaya diri tidak akan bisa ditangkap oleh siapapun dalam kasus pagar laut ini. BERITA TERKAIT Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara - TribunnewsTribunnews.com Jadi Tersangka Persetubuhan Anak, Vadel Badjideh Terancam 15 Tahun Penjara Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi - TribunnewsTribunnews.com Harvey Moeis Divonis 20 Tahun dan Dimiskinkan Pengadilan Tinggi Jakarta, Kuasa Hukum: Innalillahi Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka - TribunnewsTribunnews.com Bukti Prabowo Berpihak untuk Rakyat Kecil, 1.641 Sertifikat Tanah untuk Warga Majalengka Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi - TribunnewsTribunnews.com Hasan Nasbi: Kalau Habis Kontrak Jangan Bilang Terkena PHK karena Efisiensi Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement - TribunnewsTribunnews.com Reza Gladys Mengaku Diancam hingga Diperas Rp 5 Miliar, Nikita Mirzani Sebut Ongkos Endorsement Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok - TribunnewsTribunnews.com Reaksi Hasto Kristiyanto Jelang Sidang Putusan Praperadilan Penetapan Tersangkanya Digelar Besok Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda - TribunnewsTribunnews.com Dikabarkan Sudah Menikah dengan Dito Mahendra, Ini Pengakuan Nindy Ayunda Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat - TribunnewsTribunnews.com Kecewa Berat Vonis Praperadilan Hasto Kristiyanto, Kuasa Hukum Singgung Soal Peradilan Sesat Hal itu juga dikatakan oleh Arsin dan para antek-anteknya saat menemui Henri dan tim beberapa waktu yang lalu. Bahkan dia menantang Presiden untuk menangkapnya usai polemik pagar laut mencuat ke publik. Baca juga: Pengacara Kades Kohod Tegas Membantah Arsin Palsukan Surat Izin Pagar Laut Tangerang “Dia bilang sambil tangan sambil menepuk dada kiri, ‘Enggak ada yang bisa penjarain gue, sekalipun presiden.’ Itu yang dia katakan,” ujar Henri menirukan ucapan Arsin. Tidak hanya Arsin, para pengawalnya pun bersikap penuh percaya diri. Bahkan seorang Bodyguard Arsin menantang potong leher apabila majikannya tertangkap. Bodyguard-nya bilang begitu juga, Iris kuping gue kalau Arsin (bisa) ketangkap. Eh, jangan kuping deh, tapi leher aja, kalau kuping gue belum mati. Itu kata paspamdesnya tuh, kata Henri sembari menirukan ucapan anak buah Arsin. Sebelum masalah pagar laut ini muncul, Henri mengatakan dua orang suruhan Arsin sempat mendatanginya dan meminta agar masalah ini tidak dibawa lebih jauh, bahkan menawarkan ganti rugi tanah warga yang terdampak. Namun, setelah laporan banyak yang masuk, Arsin dan sekretaris desanya, Ujang Karta, justru menghindar dan menolak bertemu. Ketika saya ajak ketemu, mereka tidak mau. Kami sudah lapor ke banyak tempat. Saya bilang, sudah terlambat, sebentar lagi Arsin akan jadi tersangka, tegas Henri. Hingga berita diturunkan, Tribunnews.com belum mendapatkan konfirmasi Arsin dan masih berusaha meminta tanggapan dari Arsin perihal pengakuan dari Henri Kusuma ini

Terkini