Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Heru Sudjatmoko meminta agar sosialisasi pemilu mesti diintensifkan. Hal tersebut dia katakan berdasarkan pengamatannya yang menilai bahwa banyak masyarakat belum banyak yang menyadari pentingnya pemilu dalam menjaring pemimpin yang kredibel.
Menurut Heru, perlu dilakukannya sosialisasi sejak awal agar masyarakat teredukasi mengenai pemilu yang merupakan bagian dari demokrasi. Selain itu, Heru juga mengatakan bahwa sosialisasi juga dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait dengan aturan-aturan yang ada dalam pemilu nanti.
Baca Juga: Indonesia Perlu Kodifikasi Hukum Sengketa Pemilu, DPR: Demi Bangsa Indonesia
“Aturan-aturan pemilihan umum itu kan banyak. Semua harus tersosialisasikan dan dipahami masyarakat. Mulai dari pendaftaran pemilih, penetapan pemilih, DPS (Daftar Pemilih Sementara), DPT (Daftar Pemilih Tetap), yang ini adalah berkaitan dengan hak-hak masyarakat. Kemudian ada tahap-tahapan pencalonan, sampai kepada pemungutan suara dan penghitungan suara,” kata Heru dalam keterangannya, Kamis (9/6/22).
Heru mengatakan, salah satu proses yang rawan terjadi kecurigaan adalah pada saat penghitungan suara. Dalam hal ini, Heru menginginkan adanya perbaikan pada tahapan tersebut.
Dia juga meminta penggunaan teknologi informasi bisa segera diterapkan pada pemilu yang akan datang guna menunjang transparansi pemilu.
“Dan itu (penggunaan IT) mestinya memang masuk dalam rumusan UU Pemilu supaya mempunyai payung hukum yang tetap, yang mantap di samping sosialisasi tadi. Kelemahan-kelemahan yang ada nanti bisa diatasi dengan pemanfaatan IT yang lebih intens ke depan,” ungkap Heru.
Artikel Terkait
Atalia Praratya Buka Suara: Ini Alasan Isu Lisa Mariana & Aura Kasih Tak Masuk Gugatan Cerai Ridwan Kamil
Partai Demokrat Buka Suara: Roy Suryo Bukan Kader, SBY Dituding Dalang Ijazah Jokowi?
Insanul Fahmi Buka Bukti Nikah Siri dengan Inara Rusli di Podcast Richard Lee, Ini Isinya!
Fakta Mengerikan di Balik Pembunuhan Alvaro Kiano: Motif Dendam yang Bikin Merinding!