Novel menilai bahwa saat ini kelompok komunis memang sudah tidak seperti dulu yang kerap melakukan aksi atau propaganda dalam bentuk kekerasan. Menurutnya, saat ini pergerakan kelompok tersebut cenderung lebih halus karena dapat memberi pengaruh dalam kekuasaan.
"Yang sebelum-sebelumya gagal, kali ini mereka mainkan bukan dengan kekerasan tapi lewat jalur konstitusi dengan pemodal oligarki," tukasnya.
Sebagaimana diketahui, keberadaan bendera tauhid ini menjadi polemik dan bahan pembicaraan hangat oleh khalayak pasca dipasang di panggung acara deklarasi Anies sebagai capres.
Acara tersebut digelar oleh sekelompok massa yang menamakan diri Majelis Sang Presiden, bertajuk "Mendeklarasikan Anies Baswedan Sebagai Presiden RI 2024-2029", di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2022).
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya
Rahasia Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kunci: Isu Polri, Gaza, dan Pemberantasan Korupsi Terbongkar!
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra