POLHUKAM.ID - Sebuah insiden tak biasa terjadi saat kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Momen yang mendadak viral di media sosial itu memperlihatkan seorang perempuan nekat menerobos barisan pengamanan dan berusaha mencium Wapres Gibran.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/5/2025) di areal persawahan Tulun, Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas di berbagai platform media sosial, tampak seorang perempuan berbaju hitam dengan tiba-tiba menghampiri Wapres Gibran yang tengah menyapa warga dan tamu undangan.
Dengan penuh semangat, perempuan tersebut mencoba merangkul dan hendak mencium sang wakil presiden. Aksi tersebut sontak mengagetkan pengawal pribadi dan pasukan pengamanan yang bertugas.
Menariknya, alih-alih menunjukkan reaksi emosional, Gibran justru memperlihatkan sikap tenang dan santun.
Ia dengan sigap menghindar secara sopan, lalu melanjutkan langkah menuju tenda acara yang sudah dipenuhi para petani dan tamu undangan.
Respons Gibran yang tetap ramah dan tidak menunjukkan gestur penolakan berlebihan menuai pujian dari warganet.
Banyak yang menilai bahwa sikap putra sulung Presiden Joko Widodo itu mencerminkan etika kepemimpinan yang menenangkan, meski dalam situasi tak terduga.
Hingga berita ini diturunkan, identitas perempuan berbaju hitam tersebut belum diketahui secara pasti.
Namun, dugaan sementara menyebutkan bahwa ia adalah warga setempat dari Desa Baumata Utara. Aparat setempat hingga kini masih melakukan penelusuran untuk memastikan identitas dan maksud dari aksi tersebut.
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian netizen menyayangkan sikap aksi dari perempuan tersebut, sementara yang lain justru menganggapnya sebagai bentuk antusiasme masyarakat terhadap pemimpinnya.
Tak sedikit pula yang memuji ketenangan Gibran dalam menghadapi situasi di luar protokol.
Kunjungan Wapres Gibran ke wilayah Kabupaten Kupang sendiri merupakan bagian dari agenda kerja untuk meninjau proyek ketahanan pangan dan berdialog langsung dengan petani.
Meski diselingi insiden tak terduga, acara tersebut tetap berlangsung lancar dan aman hingga selesai.***
Sumber: kupangberita
Artikel Terkait
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan