"Ini kesalahan fatal! Tidak ada ampun! Bayangkan data Bareskrim yang digunakan untuk uji forensik pakai koran palsu!" bebernya.
Tak hanya itu, dokter Tifa juga menyebut ada keganjilan lain dalam Koran Kedaulatan Rakyat yang digunakan oleh Bareskrim Polri.
Kali ini, terkait nama orang yang mengaku sebagai teman satu angkatan Jokowi.
"Keganjilan kedua, nama Joko Widodo ada di urutan penerimaan nomor 14! Tertulis nomor 14 Joko Widodo. Lantas para termul langsung teriak: Horee! Nah kan bener, Joko Widodo diterima Kehutanan UGM! Plok plok plok, tepuk tangan para termul girang. Eits tapi tunggu dulu! Pada urutan di atasnya, nomor 8 ada nama Andjipramaria," jelas dokter Tifa.
Menurut dokter Tifa, pengakuan yang beredar di publik nama teman kuliah Jokowi adalah Andi Pramaria.
"Lho! Padahal yang betul, nama mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980, yang mengklaim menjadi temannya Joko Widodo, namanya bukan Andjipramaria tapi Andi Pramaria! Coba anda Googling sendiri nama Andi Pramaria. Anda akan menemukan nama tersebut dengan mudah!" timpal dokter Tifa.
Oleh karena itu, dokter Tifa mempertanyakan proses pembuktian keaslian ijazah yang dilakukan oleh Bareskrim Polri yang dinilainya amburadul.
"Jadi dari selembar dokumen ini saja, kita bisa melihat betapa amburadulnya kerja Bareskrim. Sama sekali tidak profesional! Sembrono! Acak adut! Ngawur! Sudahlah menunjukkan "Ijazah asli Joko Widodo" versi fotokopi, berlipat pula! Sekarang pakai dokumen Koran Kedaulatan Rakyat palsu pula! Gimana ini?" tulisnya pada akhir utas.
👇👇
BARESKRIM gunakan Data palsu?
(1)
Harian Kedaulatan Rakyat menggunakan dua penanggalan yaitu penanggalan Masehi dan penanggalan Jawa.
Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru secara lazim dimuat di Koran Nasional. Khusus untuk penerimaan Mahasiswa Baru Angkatan 1980, dimuat di… pic.twitter.com/lWstZp8ZdT
Sumber: Suara
Artikel Terkait
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan Massal Peserta BPJS Dinilai Konyol dan Rugikan Negara, Ini Dampaknya!
Video Viral Winda Can: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Jebakan yang Harus Diwaspadai