Menurut Adi, Anies sedang memosisikan diri sebagai tokoh di luar lingkar kekuasaan, yang secara strategis menempatkan dirinya sebagai suara kritis terhadap hal-hal yang dianggap belum maksimal dari pemerintahan sebelumnya.
“Positioning Anies yang di luar kekuasaan menuntut statement-nya kritis terhadap sesuatu yang belum maksimal dari kekuasaan,” ucap Adi.
Ia juga menilai bahwa pernyataan semacam itu merupakan bagian dari strategi Anies untuk menjaga simpati dari basis pendukungnya.
“Dengan begitu juga, Anies ingin mempertahankan basis simpatisannya yang non pemerintah, yang kritis,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa sindiran itu tak mungkin ditujukan ke Prabowo.
Sebab, sejak menjabat sebagai Presiden, Prabowo justru aktif tampil di berbagai forum internasional.
“Kalau Prabowo tentu salah alamat, karena Prabowo sejak dilantik hingga saat ini sangat rajin menghadiri forum-forum internasional. Bahkan bisa dipastikan hampir tiap bulan Prabowo itu kan sering ke luar negeri,” pungkas dia.
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?