"Tentu ini kan penjajakan, kita kan sudah bertemu juga kan dengan PKS. Soal MoU, soal tanda tangan ya sambil tunggu waktu yang tepat, nyari hari yang bagus, Rabu Pon kek, apa kek, kan gitu," ujar Wakil Ketua MPR itu.
Di samping itu, PKB terus menargetkan agar sang ketua umum partai Abdul Muhaimin Iskandar menjadi calon presiden (capres) di 2024. Meskipun, ia mengamini bahwa untuk merealisasikannya, masih membutuhkan partai lain untuk pengusungannya.
"Per hari ini, karena ini mandat Muktamar dan aspirasi semua jajaran PKB, bukan harga mati (untuk partai lain). Buat PKB harga mati (mengusung Muhaimin sebagai capres)," ujar Jazilul.
"Tapi kan PKB sadar diri bahwa suaranya ini baru 10 persen, kecuali PT 10 persen, dah langsung positif sudah. Ini kan 20 persen, jadi kita masih harus mencari 10 persen lagi, dengan PKS aja blm cukup, masih butuh satu partai lagi," sambungnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?
Masa Depan Suram PSI? Analis Beberkan Risiko Fatal Andalkan Jokowi dan Kaesang