Jokowi Diduga Tak Dilibatkan
Salah satu sorotan paling menarik dari analisis Selamat Ginting adalah dugaan bahwa Jokowi tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis ini.
Pertemuan hangat antara Prabowo dan Jokowi di Solo pasca-pilpres pun dinilai hanya sebuah "gerak tipu" politik untuk menutupi dinamika yang sebenarnya.
"Jokowi itu tidak diajak bicara soal amnesti. Prabowo hanya melapori masalah luar negeri," ungkap Ginting.
Menurutnya, Prabowo ingin mengirim pesan tegas bahwa ia memiliki keberanian untuk mengambil sikap yang berbeda dari Jokowi, terutama dalam menyikapi perbedaan pendapat di ranah politik.
Hal ini diperkuat dengan kebijakan lain seperti pembatalan perayaan 17 Agustus di IKN dan pemangkasan anggaran IKN, yang dilihat sebagai cara Prabowo secara perlahan membangun citra kepemimpinan yang mandiri.
Ginting bahkan menyebut Prabowo kini "belajar politik gaya Jokowi, di mana kata dan perbuatan bisa berbeda."
Implikasi lebih jauh dari strategi ini adalah potensi reshuffle kabinet besar-besaran antara Agustus hingga Oktober mendatang.
Reshuffle ini, menurut Ginting, bertujuan untuk "mengamputasi" pengaruh Jokowi di pemerintahan secara bertahap.
Dengan merangkul PDIP dan Nasdem, Prabowo sedang membangun fondasi kekuasaan yang kokoh dan stabil untuk pemerintahannya, terlepas dari bayang-bayang presiden pendahulunya.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?