Alasan pemilihan platform Twitter adalah karena jejak digital di sana lebih sulit dihilangkan dibandingkan platform lain seperti TikTok.
Menurutnya, afiliasi, pola dukungan, hingga rekam jejak fitnah dan perundungan digital (doxing) dari akun-akun tersebut dapat dilacak dengan jelas.
"Kalau di Twitter kan bisa ditelusuri gitu, afiliasinya ke mana, siapa yang mereka dukung, siapa yang mereka lawan, dan bagaimana mereka selama ini melakukan fitnah dan doxing kepada orang-orang yang bertentangan dengan mereka," jelas Ferry.
Dengan membongkar akun-akun ini, Ferry menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi bukanlah dimulai oleh masyarakat, mahasiswa, ataupun buruh.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat serius menelusuri petunjuk ini untuk mengungkap siapa sebenarnya yang bermain di balik layar.
👇👇
TAGS
TAGS2
TAGS3
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Din Syamsuddin Bongkar Skenario Board of Peace Trump: Indonesia Terjebak atau Diplomasi Cerdik?
PDIP Protes Program Makan Gratis Prabowo: Benarkah Takut Kalah Lagi di Pilpres 2029?
Standar Ganda Nuklir: Mengapa Israel Tak Pernah Disoal Punya Senjata Atom?
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?