Sementara itu, loyalis Jokowi yang hadir dalam forum berusaha membela pernyataan mantan presiden dengan alasan keberlanjutan program pemerintahan Prabowo, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan koperasi.
Mereka menilai, dukungan Jokowi semata-mata untuk memastikan program besar tersebut dapat berjalan hingga tuntas.
Namun, Adian membantah argumen itu dengan menyinggung sejarah Jokowi sendiri yang berbeda pasangan wakil presiden di periode pertama dan kedua, tetapi tetap mampu melanjutkan program kerja.
“Kalau alasan keberlanjutan program harus satu paket, maka logika itu justru menabrak sejarah pemerintahan Jokowi sendiri,” kata Adian.
Debat semakin panas ketika Adian menyebut bahwa pernyataan Jokowi mendukung Prabowo–Gibran dua periode lebih menunjukkan kepentingan keluarga daripada kepentingan bangsa.
“Problem bangsa bukan soal anaknya, tapi soal masa depan rakyatnya,” tutup Adian.
Sumber: PorosJakarta
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?