Dugaan Pembengkakan Anggaran Proyek Kereta Cepat Whoosh: Potensi Kerugian Negara
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh diduga mengandung rencana jahat karena adanya pembengkakan anggaran yang berpotensi merugikan negara. Pernyataan ini disampaikan oleh ekonom Anthony Budiawan dari Political Economy and Policy Studies (PEPS).
Analisis Ekonomi Ungkap Pembengkakan Biaya
Anthony Budiawan menjelaskan bahwa pengalihan proyek Whoosh dari Jepang ke China tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Alasan pemerintah mengenai permintaan jaminan dari Jepang dinilai tidak konsisten, mengingat skema serupa juga diterapkan dalam proyek MRT.
Biaya proyek Whoosh awalnya sebesar 5,5 miliar dolar AS kemudian membengkak menjadi 6,07 miliar dolar AS. Dalam komponen pembengkakan biaya 1,2 miliar dolar AS tersebut, terdapat bunga yang dikapitalisasi sebesar 3,4%, lebih tinggi dari bunga utang pokok sebesar 2%.
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini