Novel mengatakan dirinya tak ingin terburu-buru blusukan dan menjalin komunikasi dengan partai politik.
"Saya masih menunggu keputusan ijtimak ulama dahulu," ujar Novel kepada GenPI.co, Senin (16/5).
Novel mengatakan dirinya memang berniat maju sebagai Cawapres Pemilu 2022.
Akan tetapi, menurutnya, ada beberapa hal yang tak boleh dilanggar, termasuk jangan mendahului ijtimak ulama.
Dia mengatakan kalau ijtimak ulama tidak merekomendasikan dirinya, blusukan ke parpol pun akan sia-sia.
Novel menegaskan semua aktivitas politik 212 harus menunggu keputusan ijtimak ulama.
"Adapun capresnya nanti juga menunggu ijtimak ulama," tuturnya.
Artikel Terkait
Din Syamsuddin Bongkar Skenario Board of Peace Trump: Indonesia Terjebak atau Diplomasi Cerdik?
PDIP Protes Program Makan Gratis Prabowo: Benarkah Takut Kalah Lagi di Pilpres 2029?
Standar Ganda Nuklir: Mengapa Israel Tak Pernah Disoal Punya Senjata Atom?
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?