Muhammadiyah Tegas Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
POLHUKAM.ID - Penolakan terhadap usulan penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Presiden ke-2 RI, Soeharto, kembali mengemuka. Kali ini, penolakan resmi datang dari jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Kriteria Pahlawan Menurut Muhammadiyah
Usman Hamid, Pengurus Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, menyampaikan penilaian tegas. Menurutnya, seorang pahlawan nasional harus konsisten memegang nilai kebenaran dan keberanian moral hingga akhir hayatnya.
"Jadi kalau dia meninggal dunia dalam keadaan melakukan kejahatan atau dengan status tersangka atau terdakwa, entah itu kejahatan pelanggaran hak asasi manusia, kejahatan lingkungan, atau korupsi, sulit diletakkan sebagai pahlawan," papar Usman dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 6 November 2025.
Artikel Terkait
Mahfud MD Buka Suara: KPK Kini Sudah Mulai Bagus, Benarkah Tak Lagi Dipegang Lehernya?
Sjafrie Sjamsoeddin Cawapres Prabowo 2029? Analis Ungkap Alasan Peluangnya Tipis
Viral Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Citra Jokowi?
Eggi Sudjana Bergabung ke Korlabi! Ini Alasan di Balik Pembekuan TPUA oleh Habib Rizieq