Langkah ini dinilai penting karena munculnya nama-nama potensial lain seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dianggap bisa menggeser posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Respon Gerindra dan Dasco yang Dingin
Menanggapi wacana ini, Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, justru memberikan respons yang sangat dingin dan tidak terbawa suasana. Saat ditanya mengenai keinginan Budi Arie, Dasco dengan enteng menyatakan belum mendengar langsung dan belum mau menanggapinya.
Respons Dasco ini dinilai sebagai bentuk kewaspadaan dan kecerdikan politik, menunjukkan bahwa Gerindra tidak serta-merta terjebak dalam narasi yang dibangun.
Pernyataan Budi Arie di Kongres Projo
Dalam Kongres III Projo, Budi Arie memang meminta izin kepada kadernya untuk kemungkinan berpartai di Gerindra. Ia mengaku ingin mendukung agenda politik Prabowo ke depannya. Namun, pernyataan ini langsung dimentahkan secara halus oleh Dasco yang hadir di tempat.
Kesimpulan Analisis
Dinamika politik antara Projo, Gerindra, dan Jokowi ini dinilai sebagai bagian dari manuver tingkat tinggi. Wacana Budi Arie masuk Gerindra disebut sebagai drama settingan Jokowi untuk menjaga pengaruhnya dan mengamankan estafet kepemimpinan nasional untuk putranya, Gibran. Namun, respons pragmatis dari pimpinan Gerindra menunjukkan bahwa peta politik masih sangat dinamis dan tidak mudah diprediksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Buka Suara: Menteri Turun ke Bencana, Pencitraan atau Bukti Nyata?
Gus Yahya Tantang Rais Aam: Selesaikan di Muktamar 2026! Ini Kata-Katanya
Roy Suryo Bersumpah Demi Allah: Ini Bukti Lembar Pengesahan Skripsi Jokowi Hilang Saat Diperiksa di UGM
Presiden Prabowo Turun Tangan! Audit 4 RS Papua Usai Ibu Hamil Meninggal Ditolak