Langkah ini dinilai penting karena munculnya nama-nama potensial lain seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dianggap bisa menggeser posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Respon Gerindra dan Dasco yang Dingin
Menanggapi wacana ini, Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, justru memberikan respons yang sangat dingin dan tidak terbawa suasana. Saat ditanya mengenai keinginan Budi Arie, Dasco dengan enteng menyatakan belum mendengar langsung dan belum mau menanggapinya.
Respons Dasco ini dinilai sebagai bentuk kewaspadaan dan kecerdikan politik, menunjukkan bahwa Gerindra tidak serta-merta terjebak dalam narasi yang dibangun.
Pernyataan Budi Arie di Kongres Projo
Dalam Kongres III Projo, Budi Arie memang meminta izin kepada kadernya untuk kemungkinan berpartai di Gerindra. Ia mengaku ingin mendukung agenda politik Prabowo ke depannya. Namun, pernyataan ini langsung dimentahkan secara halus oleh Dasco yang hadir di tempat.
Kesimpulan Analisis
Dinamika politik antara Projo, Gerindra, dan Jokowi ini dinilai sebagai bagian dari manuver tingkat tinggi. Wacana Budi Arie masuk Gerindra disebut sebagai drama settingan Jokowi untuk menjaga pengaruhnya dan mengamankan estafet kepemimpinan nasional untuk putranya, Gibran. Namun, respons pragmatis dari pimpinan Gerindra menunjukkan bahwa peta politik masih sangat dinamis dan tidak mudah diprediksi.
Artikel Terkait
JK Siap Polisikan Rismon Sianipar ke Bareskrim, Ini Tudingan Rp 5 Miliar yang Bikin Heboh
Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai: Inilah Alasan Pengamat Bilang Isu Ini Sengaja Diperpanjang!
Juli-Agustus 2026 Kritis! Peringatan Jusuf Kalla Soal Potensi Chaos Nasional Akibat Defisit Rp1.000 Triliun
AM Hendropriyono Buka Suara: Ini Alasan Seskab Teddy Disebut Cerminan Pemimpin Masa Depan