Langkah ini dinilai penting karena munculnya nama-nama potensial lain seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dianggap bisa menggeser posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Respon Gerindra dan Dasco yang Dingin
Menanggapi wacana ini, Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, justru memberikan respons yang sangat dingin dan tidak terbawa suasana. Saat ditanya mengenai keinginan Budi Arie, Dasco dengan enteng menyatakan belum mendengar langsung dan belum mau menanggapinya.
Respons Dasco ini dinilai sebagai bentuk kewaspadaan dan kecerdikan politik, menunjukkan bahwa Gerindra tidak serta-merta terjebak dalam narasi yang dibangun.
Pernyataan Budi Arie di Kongres Projo
Dalam Kongres III Projo, Budi Arie memang meminta izin kepada kadernya untuk kemungkinan berpartai di Gerindra. Ia mengaku ingin mendukung agenda politik Prabowo ke depannya. Namun, pernyataan ini langsung dimentahkan secara halus oleh Dasco yang hadir di tempat.
Kesimpulan Analisis
Dinamika politik antara Projo, Gerindra, dan Jokowi ini dinilai sebagai bagian dari manuver tingkat tinggi. Wacana Budi Arie masuk Gerindra disebut sebagai drama settingan Jokowi untuk menjaga pengaruhnya dan mengamankan estafet kepemimpinan nasional untuk putranya, Gibran. Namun, respons pragmatis dari pimpinan Gerindra menunjukkan bahwa peta politik masih sangat dinamis dan tidak mudah diprediksi.
Artikel Terkait
Mahfud MD Buka Suara: KPK Kini Sudah Mulai Bagus, Benarkah Tak Lagi Dipegang Lehernya?
Sjafrie Sjamsoeddin Cawapres Prabowo 2029? Analis Ungkap Alasan Peluangnya Tipis
Viral Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Citra Jokowi?
Eggi Sudjana Bergabung ke Korlabi! Ini Alasan di Balik Pembekuan TPUA oleh Habib Rizieq