Menurut analisanya, setiap pemimpin Indonesia diharapkan berbuat yang terbaik bagi rakyat dan menghindari kebijakan yang berpotensi membawa konsekuensi hukum serta sikap politik yang akan menuntut pertanggungjawaban pasca masa jabatan berakhir.
"Umumnya, seorang penguasa sering kehilangan kesadaran akan masa depan ketika ia sedang berkuasa," ujarnya.
Tony Rosyid melihat kecenderungan di mana seorang presiden bisa lupa bahwa kekuasaannya memiliki batas waktu. Setelah periode 5 atau 10 tahun berakhir, ia akan kembali berhadapan dengan rakyat yang pernah dikecewakannya.
"Begitulah siklus politik dalam sejarah," pungkas Tony Rosyid.
Artikel Terkait
Sjafrie Sjamsoeddin Cawapres Prabowo 2029? Analis Ungkap Alasan Peluangnya Tipis
Viral Tembok Ratapan Solo di Google Maps: Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Citra Jokowi?
Eggi Sudjana Bergabung ke Korlabi! Ini Alasan di Balik Pembekuan TPUA oleh Habib Rizieq
Mengapa Tokoh Senior yang Dulu Mati-Matian Bela Jokowi Kini Berbalik Arah?