Desakan Mundur Meutya Hafid: Pemberantasan Judi Online Dinilai Gagal Total
Upaya pemberantasan judi online (judol) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendapat sorotan tajam. Kinerja tersebut dinilai gagal dan memicu desakan agar Meutya Hafid mundur dari jabatannya sebagai Menteri Kominfo.
Kritik dari Gerakan Pemuda Al-Washliyah
Desakan pengunduran diri itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian. Menurutnya, pola pemberantasan judol yang dilakukan Kominfo selama ini tidak efektif dan hanya bersifat reaktif.
"Menkominfo hanya sibuk memblokir domain (judol) hari ini, besok muncul seribu domain baru. Itu bukan strategi, itu reaksi panik," tegas Aminullah dalam keterangannya, Minggu (18 Januari 2026).
Judol Sebagai Kejahatan Digital Terorganisir
Aminullah memandang judi online telah berevolusi menjadi kejahatan lintas negara yang merusak sendi-sendi sosial masyarakat. Maraknya praktik ini disebut sebagai indikasi kegagalan serius negara dalam melindungi rakyat dari kejahatan digital terorganisir.
Artikel Terkait
Klaim JK Buka Borok: Pola Pengkhianatan Jokowi pada Pendukung yang Mengorbitkannya?
Mengapa Jusuf Kallah Marah? Gibran dan Serangan Termul Jadi Pemicu Utama
JK Bongkar Kartu Terakhir: Saya yang Bawa Jokowi ke Jakarta, Sekarang...
Bahlil Lahadalia Bikin Heboh: Kenaikan Harga BBM Disebut Dosa Baru yang Ancam Pemerintahan