Founder Indonesia Halal Watch (IHW) itu menekankan pentingnya keteladanan dari pejabat dan figur publik. Gaya komunikasi dan pilihan kata pejabat, menurutnya, sangat berpengaruh terhadap sikap dan budaya masyarakat luas.
“Hendaklah memilih tutur kata dan bahasa yang baik dan santun. Pepatah lama, bangsa yang maju adalah bangsa yang menjunjung tinggi etika dan moral,” ungkap KH Ikhsan Abdullah.
Ia menilai sebenarnya banyak pilihan diksi yang lebih tepat dan elegan untuk menyampaikan pendapat atau bantahan di ruang publik, tanpa perlu menggurui atau melukai perasaan pihak lain. Bahasa yang digunakan seharusnya membangun semangat dan harapan.
Latar Belakang Polemik: Kritik Layanan Haji yang Dibalas dengan Ejekan
Polemik ini berawal ketika Dahnil Anzar menanggapi pernyataan KH Anwar Abbas mengenai kebijakan Kementerian Haji dan Umrah yang menunjuk hanya dua perusahaan penyedia layanan haji, berkurang dari sebelumnya delapan perusahaan. Dalam forum tersebut, Dahnil menyebut kritik Anwar Abbas dengan istilah “cangkemnya” dan menyatakan bahwa sang kiai sepuh dinilai tidak memahami persoalan haji.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras karena dinilai tidak menjawab substansi kritik yang diajukan. Sebelumnya, KH Anwar Abbas mengingatkan pemerintah agar tidak menyerahkan pelayanan ratusan ribu jemaah haji Indonesia hanya kepada dua perusahaan. Peringatan ini dimaksudkan untuk menghindari risiko monopoli dan meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.
Alih-alih memberikan penjelasan teknis atau argumentasi kebijakan, respons Dahnil justru dinilai bernada mengejek dan negatif, sehingga memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, termasuk tokoh-tokoh organisasi keagamaan terkemuka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi atau permintaan maaf dari Dahnil Anzar Simanjuntak terkait kritik yang ditujukannya. Pemerintah juga belum menyampaikan sikap resmi atas polemik etika pejabat ini.
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan