PSI Terancam Dampak Fenomena "Tembok Ratapan Solo" di Google Maps
Fenomena rumah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo yang diubah namanya menjadi 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengamat menilai hal ini merupakan bentuk kritik publik yang berpotensi merusak citra partai.
Kritik Publik dan Citra Negatif Jokowi
Efriza, Pengamat dari Citra Institute, menyatakan bahwa fenomena ini diramaikan netizen sebagai ekspresi kekecewaan terhadap Jokowi yang dinilai haus popularitas. Setelah pensiun, rumah Jokowi kerap dijadikan lokasi kunjungan masyarakat dan pejabat, menciptakan kesan tertentu di mata publik.
"Ekspresi satire publik ini dilakukan untuk memberikan kesan dan efek citra negatif terhadap Jokowi dan keluarganya," ujar Efriza.
Artikel Terkait
Jokowi Klaim Tak Teken Revisi UU KPK 2019, Tapi Pengamat Beberkan Fakta Mengejutkan Ini
Gibran Jadi Bumerang Prabowo di Pilpres 2029? 3 Alasan Analis Prediksi Duet Ini Berisiko
Ketua BEM UGM Bongkar 4 Fitnah Keji yang Diterimanya: Dari LGBT hingga Penilapan Dana
Sjafrie Sjamsoeddin Tolak Cawapres 2029: Ini Alasan dan Dampaknya bagi Peta Politik