Lebih lanjut, Dubes Iran menyoroti perilaku Israel yang dinilai mengancam stabilitas kawasan. "Rezim ini bukan anggota IAEA, bukan bagian dari NPT, dan telah mengancam seluruh negara tetangganya dengan penggunaan bom nuklir," sambungnya.
Sindiran terhadap Standar Ganda Internasional
Boroujerdi juga menyindir adanya standar ganda dalam politik global. Dia menyoroti fakta bahwa Israel, yang telah dituding melakukan genosida di Palestina dan Gaza, justru menuding Iran sebagai ancaman bagi perdamaian dunia.
Dia menyayangkan kondisi dunia yang dinilai membiarkan Israel bersama Amerika Serikat merusak tatanan dan hukum internasional melalui propaganda dan agresi militer.
"Ironisnya, kenyataan pahit yang harus disampaikan adalah sebuah pihak, seperti rezim Zionis Israel, memberikan cap kepada Iran sebagai pihak yang berorientasi pada kekerasan dan peperangan," pungkas Mohammad Boroujerdi menegaskan.
Artikel Terkait
Kontroversi Bahlil: Benarkah Kebijakan ESDM Baru Tricky dan Picu Penurunan Kepercayaan Publik?
UU PPRT Akhirnya Sah! Ini 12 Hak Pekerja Rumah Tangga yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
Logo Babi di Acara Maulid Nabi: Intrik Politik atau Pelecehan Agama? Ini Analisis dan Tuntutannya
Bahlil Naikkan Harga BBM & LPG: Bumerang Politik Pertama untuk Pemerintahan Prabowo?