Lebih lanjut, Dubes Iran menyoroti perilaku Israel yang dinilai mengancam stabilitas kawasan. "Rezim ini bukan anggota IAEA, bukan bagian dari NPT, dan telah mengancam seluruh negara tetangganya dengan penggunaan bom nuklir," sambungnya.
Sindiran terhadap Standar Ganda Internasional
Boroujerdi juga menyindir adanya standar ganda dalam politik global. Dia menyoroti fakta bahwa Israel, yang telah dituding melakukan genosida di Palestina dan Gaza, justru menuding Iran sebagai ancaman bagi perdamaian dunia.
Dia menyayangkan kondisi dunia yang dinilai membiarkan Israel bersama Amerika Serikat merusak tatanan dan hukum internasional melalui propaganda dan agresi militer.
"Ironisnya, kenyataan pahit yang harus disampaikan adalah sebuah pihak, seperti rezim Zionis Israel, memberikan cap kepada Iran sebagai pihak yang berorientasi pada kekerasan dan peperangan," pungkas Mohammad Boroujerdi menegaskan.
Artikel Terkait
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?