Yusak menggarisbawahi bahwa UU APBN 2026, yang mencakup anggaran pendidikan dan MBG, telah melalui proses kesepakatan di DPR, termasuk di Badan Anggaran (Banggar). Oleh karena itu, protes yang muncul belakangan ini diduga kuat memiliki motif politik tertentu.
"Jika seperti itu, maka PDIP memiliki agenda politik dalam upaya protes alokasi anggaran MBG dimasukkan ke dalam dana pendidikan," sambungnya.
Kekhawatiran PDIP Terhadap Elektabilitas Prabowo di Pilpres 2029
Analisis ini mengarah pada kesimpulan bahwa PDIP mulai mengkhawatirkan posisi politik Prabowo Subianto. Kesuksesan program Makan Bergizi Gratis berpotensi meningkatkan elektabilitas Presiden Prabowo, menjadikannya pesaing yang sangat kuat dalam Pemilihan Umum 2029.
"Secara politik, kalau program MBG berhasil, maka posisi Prabowo semakin kuat. Kalau elektabilitas Prabowo semakin kuat, maka PDIP jelas tidak diuntungkan di 2029. Jagoan PDIP bisa keok lagi lawan Prabowo," tegas Yusak Farchan.
Dugaan ini menunjukkan dinamika politik Indonesia yang mulai mempersiapkan peta kekuatan untuk kontestasi pilpres lima tahun mendatang, di mana program populis seperti MBG bisa menjadi faktor penentu elektabilitas.
Artikel Terkait
Standar Ganda Nuklir: Mengapa Israel Tak Pernah Disoal Punya Senjata Atom?
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika