"Pintunya banyak. Kita bisa kirim utusan khusus atau membuka jalur komunikasi dengan pihak yang dipercaya. Pasti masih ada atensi dari Iran," ungkap Priatna.
Sejarah Kerja Sama dan Dunia Ketiga sebagai Modal
Indonesia memiliki modal kuat untuk memperbaiki hubungan, yaitu sejarah baik dalam menggalang solidaritas negara-negara Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok. Priatna menyarankan untuk memperjelas kembali kerja sama strategis, seperti dalam pengembangan teknologi pertahanan (drone, misil, amunisi canggih) dengan Iran.
"Kerja sama itu bisa dilakukan jika hubungan sudah cair di level paling atas, misalnya presiden dengan presiden. Dibutuhkan persahabatan yang tulus," imbuhnya.
Level Hubungan Belum Sangat Buruk
Priatna menilai hubungan kedua negara belum berada di titik terburuk. Indikatornya adalah belum sampai pada tahap penarikan atau pengusiran diplomat.
"Saya percaya hubungan masih ada ruang perbaikan, karena ukuran yang paling keras adalah kalau duta besarnya ditarik," pungkas mantan diplomat yang pernah bertugas di Beijing, Tokyo, dan Brussels tersebut.
Artikel Terkait
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!